Rabu, 17 Desember 2025

Di Balik Banjir, Ada Penjagaan Allah

Di Balik Banjir, Ada Penjagaan Allah

Hujan mulai turun pada 25 November 2025. Awalnya kami mengira hujan itu akan berhenti seperti hari-hari biasa. Namun kenyataannya berbeda. Empat hari empat malam hujan turun tanpa henti. Langit seakan terus mencurahkan air, sungai meluap, dan saluran air tak lagi mampu menampung derasnya aliran.

Perlahan namun pasti, banjir mulai menggenangi rumah kami hingga setinggi pinggang orang dewasa. Perabotan terendam, lantai tak terlihat, dan kami hanya mampu menyelamatkan barang-barang yang paling penting. Dalam kondisi itu, kami berusaha menenangkan diri, saling menguatkan, dan terus berdoa agar Allah memberi keselamatan.

Pada malam pertama, kami mengungsi ke rumah orang tua. Kami berharap air segera surut. Namun keesokan harinya, tepat pada hari Jumat, keadaan justru semakin memburuk. Air kembali naik dan masuk ke rumah orang tua, sehingga kami harus berpindah lagi demi keselamatan bersama.

Akhirnya, kami mengungsi ke rumah orang tua kami di Dusun Getek 1, Desa Pantai Cermin. Di rumah itu kami tinggal bersama tiga keluarga. Meski air terus mengalir deras di sekitar lingkungan, terjadi sebuah peristiwa yang begitu menguatkan iman kami. Air hampir memasuki rumah, tinggal sedikit lagi, namun seolah ada penjagaan dari Allah. Air yang datang deras justru mengalir dan terbuang ke bagian belakang rumah, sehingga rumah tersebut tetap bertahan dan tidak terendam.

Kami meyakini, ini adalah bentuk rahmat dan lindungan Allah. Di tengah ujian besar, Allah menyediakan tempat aman bagi kami untuk berlindung. Di rumah itu kami mengungsi  menjalani hari-hari dengan penuh kesabaran, kebersamaan, dan doa yang tak pernah putus.

Akhirnya, pada Kamis, 11 Desember 2025, air mulai surut sepenuhnya. Kami pun kembali ke rumah untuk membersihkan sisa-sisa banjir. Meski tubuh lelah, hati kami dipenuhi rasa syukur dan semangat baru. Ujian ini mengajarkan kami bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.

Hikmah dan Pesan Iman

Banjir ini bukan sekadar musibah, melainkan pengingat untuk lebih dekat kepada Allah. Jangan takut menghadapi ujian, karena di balik setiap kesulitan selalu ada pertolongan. Selama kita bersabar, berusaha, dan bertawakal, rahmat Allah akan selalu melindungi.

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 6)

Tetaplah bersemangat, jangan berputus asa, dan jangan pernah takut pada masa depan. Lindungan Allah lebih kuat daripada segala bencana, dan rahmat-Nya selalu dekat bagi orang-orang yang beriman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nyanyian Sunyi di Lembah Derita

  Nyanyian Sunyi di Lembah Derita Di bawah langit yang kelam membisu, Awan mendung meratap pilu. Bumi basah, air mata turun tak henti, Menya...