Nyanyian Sunyi di Lembah Derita
Di bawah langit yang kelam membisu,
Awan mendung meratap pilu.
Bumi basah, air mata turun tak henti,
Menyanyikan lagu duka, oh sunyi.
Deru air bagai seribu kuda liar,
Menderu, menghantam, tanpa sadar.
Lumpur pekat, hitam kelam warnanya,
Menelan mimpi, harapan, dan tawa.
Tanah longsor, bisikan pilu dari bumi,
Menyeret pohon, rumah, dan diri.
Gunung menangis, air mata mengalir deras,
Meninggalkan jejak luka yang membekas.
Hati bergetar, jiwa pun merana,
Menatap puing, sisa dari bencana.
Namun dalam duka, asa tetap menyala,
Menghangatkan jiwa, walau hati terluka.
Alam berduka, manusia pun meratap,
Mengharapkan mentari 'tuk kembali menatap.
Dalam sunyi, doa tulus terucap syahdu,
Semoga damai kan datang, di lembah derita ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar