Minggu, 05 Juli 2026
Study Tour dan FGD Akademik IJM Langkat Perkuat Jejaring PTKI di Aceh
Study Tour dan FGD Akademik IJM Langkat Perkuat Jejaring PTKI di Aceh
Langkat | Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat melaksanakan Program Study Tour dan Forum Group Discussion Akademik tahun akademik 2025–2026 sebagai upaya memperkuat jejaring kerja sama, pengembangan program studi, serta pengalaman belajar kontekstual bagi dosen dan mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung pada 30 Juni hingga 3 Juli 2026 tersebut melibatkan 76 peserta, terdiri atas 48 mahasiswa dan 28 dosen. Rombongan mengunjungi sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam di Aceh, meliputi Banda Aceh, Pidie Jaya, Bireuen, dan Lhoksukon.
Program ini tidak hanya dikemas sebagai kunjungan akademik, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi lintas institusi. Rangkaian kegiatan meliputi penandatanganan memorandum of understanding, seminar nasional, visiting lecture, pengabdian kepada masyarakat, forum group discussion, room tour kampus, serta rihlah edukatif ke sejumlah lokasi bersejarah dan edukatif di Aceh.
Beberapa perguruan tinggi yang menjadi mitra kegiatan antara lain Universitas Al-Washliyah Darussalam Banda Aceh, STAI Al-Washliyah Banda Aceh, STAIN Nusantara Banda Aceh, IAI Ummul Ayman Pidie Jaya, Universitas Islam Aceh Bireuen, dan STIT Jam’iatut Tarbiyah Lhoksukon.
Berdasarkan hasil evaluasi berbasis model CIPP, program ini berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 3,7. Evaluasi tersebut mencakup empat aspek, yaitu context, input, process, dan product.
Pada aspek context, kegiatan dinilai relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi keagamaan Islam dalam memperluas kolaborasi akademik dan memperkuat tridarma perguruan tinggi. Agenda seperti MoU, seminar nasional, visiting lecture, PKM, dan FGD menunjukkan bahwa program ini memiliki arah pengembangan kelembagaan yang jelas.
Pada aspek input, kegiatan mendapat dukungan sumber daya manusia dan mitra yang memadai. Keterlibatan dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi menjadi modal penting dalam memperluas dampak akademik. Meski demikian, evaluasi juga mencatat perlunya penguatan instrumen penilaian, administrasi program, serta indikator luaran yang lebih terukur.
Sementara itu, aspek process menunjukkan bahwa kegiatan berjalan secara produktif dan terstruktur. Namun, padatnya agenda dan perpindahan lokasi antardaerah menuntut koordinasi yang lebih kuat, terutama dalam pengendalian waktu, dokumentasi reflektif, serta monitoring harian.
Dari sisi product, program ini menghasilkan sejumlah capaian positif, mulai dari perluasan kerja sama kelembagaan, peningkatan pengalaman akademik mahasiswa, peluang visiting lecture, pengabdian kolaboratif, hingga kemungkinan pengembangan riset dan publikasi bersama. Agar capaian tersebut tidak berhenti pada seremoni, tindak lanjut kerja sama perlu disusun dalam bentuk rencana aksi yang jelas, terukur, dan berkelanjutan.
Program Study Tour dan FGD Akademik IJM Langkat ini menjadi contoh bahwa kegiatan kunjungan perguruan tinggi dapat dirancang lebih bermakna jika dipadukan dengan agenda akademik, penguatan kelembagaan, dan evaluasi program yang sistematis.
Ke depan, penguatan indikator keberhasilan, rubrik evaluasi, instrumen kepuasan peserta, laporan refleksi, serta monitoring pascakegiatan menjadi langkah penting agar program serupa mampu memberi dampak nyata bagi mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam.
-
Berikut ini adalah deskriptor KKNI untuk level 6 sampai dengan 9: Level 6 Mampu mengaplikasikan bidang keahliannya dan memanfaatkan ilmu p...
-
Jawablah soal dengan baik dan benar ! 1. Abu Nawas bertaubat kepada Allah setelah mendengar nasihat: “jika engkau tak mampu menj...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ushul Fiqih adalah pengetahuan mengenai berbagai kaidah dan bahasa yang menjadi sarana untuk...