Selasa, 24 Juni 2025

“Kampus Keluarga Besar”

 

Kampus Keluarga Besar

Di sebuah kota kecil berdiri Kampus Kembang Ilmu, sebuah perguruan tinggi yang dahulu dikenal karena prestasi, integritas, dan budaya akademiknya. Namun, perubahan mulai terasa ketika kepemimpinan baru hadir dan sejumlah posisi strategis diisi oleh orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan pimpinan.

Awalnya, keputusan itu dianggap sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Namun, seiring waktu, muncul kegelisahan di kalangan mahasiswa dan dosen. Kompetensi, transparansi, dan meritokrasi mulai dipertanyakan. Ruang akademik yang seharusnya menjadi tempat tumbuhnya ilmu perlahan berubah menjadi tempat yang lebih menonjolkan kedekatan daripada kemampuan.

Dampaknya terlihat jelas. Kualitas pembelajaran menurun, publikasi ilmiah tidak berkembang, dan kepercayaan terhadap tata kelola kampus melemah. Ketika proses akreditasi dilakukan, kampus tidak lagi mampu menunjukkan capaian terbaiknya. Reputasi yang dahulu dibangun dengan kerja keras mulai merosot karena keputusan yang tidak berpijak pada prinsip profesionalisme.

Para mahasiswa pun merasakan perubahan itu. Mereka mulai bertanya apakah masa depan akademik masih ditentukan oleh kualitas, kerja keras, dan kejujuran, atau justru oleh kedekatan dengan pihak tertentu. Pertanyaan sederhana itu menjadi cermin bagi seluruh warga kampus.

Pada akhirnya, Kampus Kembang Ilmu menyadari bahwa lembaga pendidikan tidak dapat tumbuh hanya dengan nama besar atau hubungan keluarga. Kampus hanya dapat maju jika dijalankan dengan integritas, kompetensi, keadilan, dan tanggung jawab moral.

Sebab ilmu tidak pernah berpihak pada kepentingan pribadi. Ilmu hanya akan hidup di tangan mereka yang menjaga kejujuran, meritokrasi, dan etika akademik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERSIAPAN MATI

  Muslimin Rahimakumullah, Perjalanan manusia melewati beberapa tahap: masa kanak-kanak, masa muda, masa dewasa, dan masa tua. Setiap taha...