Senin, 14 September 2026

Bagian 2: Kitab Salat

 

Modul Kajian Matan Al-Ghāyah wa At-Taqrīb

Bagian 2: Kitab Salat

Catatan pengajar: Teks berikut merupakan matan fikih mazhab Syafi‘i. Beberapa perincian dalam matan mengalami penyempurnaan tarjih oleh ulama Syafi‘iyah setelah Abu Syuja‘. Karena itu, matan sebaiknya dibaca bersama kitab syarah dan keterangan ulama yang kompeten.


A. Kedudukan Salat

Salat adalah ibadah yang terdiri atas ucapan dan perbuatan tertentu, dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, dengan syarat-syarat tertentu.

Pokok pengantar

  • Salat merupakan rukun Islam kedua.

  • Salat lima waktu wajib bagi setiap Muslim yang mukalaf.

  • Salat menghubungkan seorang hamba dengan Allah.

  • Kualitas salat dipengaruhi oleh ilmu, kekhusyukan, dan keikhlasan.

  • Mempelajari hukum salat merupakan kewajiban bagi orang yang telah dibebani salat.


B. Waktu Salat Fardu

Teks Arab

الصَّلَوَاتُ الْمَفْرُوضَاتُ خَمْسٌ:

الظُّهْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا زَوَالُ الشَّمْسِ، وَآخِرُهُ إِذَا صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ بَعْدَ ظِلِّ الزَّوَالِ.

وَالْعَصْرُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا الزِّيَادَةُ عَلَى ظِلِّ الْمِثْلِ، وَآخِرُهُ فِي الِاخْتِيَارِ إِلَى ظِلِّ الْمِثْلَيْنِ، وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ.

وَالْمَغْرِبُ، وَوَقْتُهَا غُرُوبُ الشَّمْسِ.

وَالْعِشَاءُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا إِذَا غَابَ الشَّفَقُ الْأَحْمَرُ، وَآخِرُهُ فِي الِاخْتِيَارِ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ، وَفِي الْجَوَازِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ الثَّانِي.

وَالصُّبْحُ، وَأَوَّلُ وَقْتِهَا طُلُوعُ الْفَجْرِ الثَّانِي، وَآخِرُهُ فِي الِاخْتِيَارِ إِلَى الْإِسْفَارِ، وَفِي الْجَوَازِ إِلَى طُلُوعِ الشَّمْسِ.

Terjemah

Salat fardu ada lima:

  • Waktu Zuhur dimulai ketika matahari tergelincir dari tengah langit. Waktunya berakhir ketika panjang bayangan suatu benda sama dengan tinggi bendanya, di luar bayangan saat matahari tergelincir.

  • Waktu Asar dimulai setelah bayangan benda melebihi panjang bendanya. Waktu pilihan berlangsung hingga bayangan menjadi dua kali panjang benda, sedangkan waktu bolehnya sampai matahari terbenam.

  • Waktu Magrib dimulai ketika matahari telah terbenam.

  • Waktu Isya dimulai ketika cahaya merah di ufuk barat menghilang. Waktu pilihan berlangsung sampai sepertiga malam, sedangkan waktu bolehnya sampai terbit fajar kedua.

  • Waktu Subuh dimulai ketika terbit fajar kedua atau fajar shadiq dan berakhir ketika matahari terbit.

Poin penting untuk pengajian

  • Salat harus dilaksanakan setelah waktunya benar-benar masuk.

  • Salat sebelum waktunya tidak sah, kecuali dalam bentuk jamak takdim yang memenuhi ketentuan.

  • Fajar shadiq menyebar secara mendatar di ufuk, berbeda dari fajar kadzib yang tampak memanjang ke atas.

  • Jadwal salat dapat digunakan apabila disusun melalui perhitungan yang dapat dipercaya.

  • Menunda salat sampai keluar waktunya tanpa uzur merupakan dosa.

  • Perincian waktu utama, waktu pilihan, waktu makruh, dan waktu darurat perlu dijelaskan melalui kitab syarah.

  • Redaksi waktu Magrib dalam matan mencerminkan salah satu pendapat Imam Syafi‘i; ulama Syafi‘iyah kemudian menjelaskan bahwa waktunya berlangsung sampai hilangnya mega merah.


C. Syarat Wajib Salat

Teks Arab

وَشَرَائِطُ وُجُوبِ الصَّلَاةِ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ: الْإِسْلَامُ، وَالْبُلُوغُ، وَالْعَقْلُ، وَهُوَ حَدُّ التَّكْلِيفِ.

Terjemah

Syarat wajib salat ada tiga: Islam, balig, dan berakal. Ketiga hal tersebut menjadi batas seseorang menerima beban hukum.

Poin penting

  • Anak yang belum balig belum menanggung dosa karena meninggalkan salat.

  • Meskipun belum wajib, anak harus dilatih melaksanakan salat secara bertahap.

  • Orang yang kehilangan akal tidak terkena kewajiban selama akalnya tidak berfungsi.

  • Balig dapat diketahui melalui tanda-tanda yang diterangkan dalam fikih.

  • Orang tua hendaknya mengajarkan salat dengan teladan, kasih sayang, dan kedisiplinan.

  • Pendidikan salat tidak hanya mengajarkan gerakan, tetapi juga tauhid, adab, dan tanggung jawab.


D. Salat-salat Sunah

Teks Arab

وَالصَّلَوَاتُ الْمَسْنُونَاتُ خَمْسٌ: الْعِيدَانِ، وَالْكُسُوفَانِ، وَالِاسْتِسْقَاءُ.

وَالسُّنَنُ التَّابِعَةُ لِلْفَرَائِضِ سَبْعَ عَشْرَةَ رَكْعَةً: رَكْعَتَا الْفَجْرِ، وَأَرْبَعٌ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَانِ بَعْدَهُ، وَأَرْبَعٌ قَبْلَ الْعَصْرِ، وَرَكْعَتَانِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، وَثَلَاثٌ بَعْدَ الْعِشَاءِ يُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ.

وَثَلَاثُ نَوَافِلَ مُؤَكَّدَاتٍ: صَلَاةُ اللَّيْلِ، وَصَلَاةُ الضُّحَى، وَالتَّرَاوِيحُ.

Terjemah

Di antara salat sunah ialah salat dua hari raya, dua salat gerhana, dan salat meminta hujan.

Salat sunah yang mengiringi salat fardu disebutkan berjumlah tujuh belas rakaat: dua rakaat sebelum Subuh, empat sebelum Zuhur, dua setelah Zuhur, empat sebelum Asar, dua setelah Magrib, serta tiga setelah Isya dengan salah satunya dijadikan salat Witir.

Tiga salat sunah yang sangat ditekankan adalah salat malam, salat Duha, dan salat Tarawih.

Poin penting

  • Salat sunah menyempurnakan kekurangan dalam salat fardu.

  • Dua rakaat sebelum Subuh termasuk sunah yang sangat ditekankan.

  • Rawatib muakkad dan rawatib tambahan perlu dibedakan.

  • Witir dilaksanakan setelah Isya sampai sebelum masuk waktu Subuh.

  • Salat malam menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.

  • Salat Duha mengajarkan syukur atas nikmat anggota tubuh.

  • Tarawih dikerjakan pada malam-malam Ramadan.


E. Syarat Sah Salat

Teks Arab

وَشَرَائِطُ الصَّلَاةِ قَبْلَ الدُّخُولِ فِيهَا خَمْسَةُ أَشْيَاءَ:

طَهَارَةُ الْأَعْضَاءِ مِنَ الْحَدَثِ وَالنَّجَسِ، وَسَتْرُ الْعَوْرَةِ بِلِبَاسٍ طَاهِرٍ، وَالْوُقُوفُ عَلَى مَكَانٍ طَاهِرٍ، وَالْعِلْمُ بِدُخُولِ الْوَقْتِ، وَاسْتِقْبَالُ الْقِبْلَةِ.

وَيَجُوزُ تَرْكُ الْقِبْلَةِ فِي حَالَتَيْنِ: فِي شِدَّةِ الْخَوْفِ، وَفِي النَّافِلَةِ فِي السَّفَرِ عَلَى الرَّاحِلَةِ.

Terjemah

Syarat salat sebelum memasukinya ada lima:

  1. Anggota badan suci dari hadas dan najis.

  2. Menutup aurat dengan pakaian yang suci.

  3. Berdiri atau berada di tempat yang suci.

  4. Mengetahui bahwa waktu salat telah masuk.

  5. Menghadap kiblat.

Menghadap kiblat boleh ditinggalkan dalam dua keadaan: ketika ketakutan yang sangat dan ketika melaksanakan salat sunah dalam perjalanan di atas kendaraan.

Poin penting

  • Syarat sah harus dipenuhi sebelum takbiratul ihram dan dijaga selama salat.

  • Badan, pakaian, dan tempat salat harus suci dari najis yang tidak dimaafkan.

  • Menutup aurat berbeda dari sekadar memakai pakaian; pakaian tidak boleh menerawang.

  • Arah kiblat ditentukan berdasarkan kemampuan dan sarana yang tersedia.

  • Orang yang berada dalam kendaraan tetap wajib salat sesuai kemampuannya apabila khawatir waktu habis.

  • Ketentuan salat fardu dalam pesawat, kapal, atau kendaraan memerlukan penjelasan tersendiri.


F. Rukun Salat

Teks Arab

وَأَرْكَانُ الصَّلَاةِ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ رُكْنًا:

الْقِيَامُ مَعَ الْقُدْرَةِ، وَتَكْبِيرَةُ الْإِحْرَامِ، وَقِرَاءَةُ الْفَاتِحَةِ، وَبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ آيَةٌ مِنْهَا، وَالرُّكُوعُ، وَالطُّمَأْنِينَةُ فِيهِ، وَالرَّفْعُ وَالِاعْتِدَالُ، وَالطُّمَأْنِينَةُ فِيهِ، وَالسُّجُودُ، وَالطُّمَأْنِينَةُ فِيهِ، وَالْجُلُوسُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ، وَالطُّمَأْنِينَةُ فِيهِ، وَالْجُلُوسُ الْأَخِيرُ، وَالتَّشَهُّدُ فِيهِ، وَالصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهِ، وَالتَّسْلِيمَةُ الْأُولَى، وَنِيَّةُ الْخُرُوجِ مِنَ الصَّلَاةِ، وَتَرْتِيبُ الْأَرْكَانِ عَلَى مَا ذَكَرْنَاهُ.

Terjemah

Rukun salat dalam matan disebutkan sebanyak delapan belas:

  1. Berdiri bagi yang mampu.

  2. Takbiratul ihram.

  3. Membaca Surah Al-Fatihah.

  4. Basmalah merupakan bagian dari Al-Fatihah.

  5. Rukuk.

  6. Tuma’ninah dalam rukuk.

  7. Bangkit dan berdiri tegak setelah rukuk.

  8. Tuma’ninah ketika iktidal.

  9. Sujud.

  10. Tuma’ninah dalam sujud.

  11. Duduk di antara dua sujud.

  12. Tuma’ninah ketika duduk.

  13. Duduk terakhir.

  14. Membaca tasyahud akhir.

  15. Membaca selawat kepada Nabi ﷺ dalam tasyahud akhir.

  16. Salam pertama.

  17. Berniat keluar dari salat.

  18. Menertibkan rukun sesuai urutannya.

Catatan tarjih

Dalam penjelasan ulama Syafi‘iyah belakangan:

  • Niat salat dibahas sebagai rukun tersendiri.

  • Niat keluar dari salat ketika salam tidak dihukumi wajib menurut pendapat mu‘tamad.

  • Jumlah rukun dapat tampak berbeda karena ada ulama yang menggabungkan atau memisahkan beberapa unsur.

  • Perbedaan jumlah tidak selalu berarti perbedaan isi.

Poin penting

  • Berdiri menjadi rukun dalam salat fardu bagi orang yang mampu.

  • Takbiratul ihram harus menggunakan lafaz Allāhu akbar.

  • Al-Fatihah wajib dibaca dengan memperhatikan huruf dan tasydid.

  • Dalam mazhab Syafi‘i, basmalah termasuk ayat Al-Fatihah.

  • Tuma’ninah berarti anggota badan berhenti sejenak dalam posisi yang benar.

  • Salat yang dilakukan terlalu cepat sehingga tidak ada tuma’ninah tidak sah.

  • Sujud dilakukan pada tujuh anggota: dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung kedua kaki.

  • Rukun harus dilaksanakan secara berurutan.

  • Rukun yang sengaja ditinggalkan membatalkan salat dan tidak cukup diganti dengan sujud sahwi.


G. Sunah Ab‘adh dan Hai’ah Salat

Teks Arab

وَسُنَنُهَا قَبْلَ الدُّخُولِ فِيهَا شَيْئَانِ: الْأَذَانُ وَالْإِقَامَةُ.

وَبَعْدَ الدُّخُولِ فِيهَا شَيْئَانِ: التَّشَهُّدُ الْأَوَّلُ، وَالْقُنُوتُ فِي الصُّبْحِ، وَفِي الْوِتْرِ فِي النِّصْفِ الثَّانِي مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ.

Terjemah

Sunah sebelum masuk salat adalah azan dan iqamah. Sunah setelah masuk salat meliputi tasyahud pertama serta qunut dalam salat Subuh dan salat Witir pada separuh terakhir Ramadan.

Hai’ah salat

Teks Arab

وَهَيْئَاتُهَا خَمْسَ عَشْرَةَ خَصْلَةً: رَفْعُ الْيَدَيْنِ عِنْدَ تَكْبِيرَةِ الْإِحْرَامِ، وَعِنْدَ الرُّكُوعِ، وَالرَّفْعِ مِنْهُ، وَوَضْعُ الْيَمِينِ عَلَى الشِّمَالِ، وَالتَّوَجُّهُ، وَالِاسْتِعَاذَةُ، وَالْجَهْرُ فِي مَوْضِعِهِ، وَالْإِسْرَارُ فِي مَوْضِعِهِ، وَالتَّأْمِينُ، وَقِرَاءَةُ السُّورَةِ بَعْدَ الْفَاتِحَةِ، وَالتَّكْبِيرَاتُ عِنْدَ الرَّفْعِ وَالْخَفْضِ، وَالتَّسْبِيحُ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ، وَالِافْتِرَاشُ فِي جَمِيعِ الْجَلَسَاتِ، وَالتَّوَرُّكُ فِي الْجَلْسَةِ الْأَخِيرَةِ، وَالتَّسْلِيمَةُ الثَّانِيَةُ.

Terjemah ringkas

Di antara sunah hai’ah ialah mengangkat tangan ketika takbiratul ihram, rukuk, dan bangkit dari rukuk; meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri; membaca doa iftitah dan ta‘awuz; mengeraskan atau melirihkan bacaan pada tempatnya; membaca amin; membaca surah setelah Al-Fatihah; membaca takbir perpindahan; membaca tasbih ketika rukuk dan sujud; duduk iftirasy; duduk tawarruk pada tasyahud akhir; dan salam kedua.

Poin penting

  • Sunah ab‘adh dan sunah hai’ah tidak sama.

  • Meninggalkan sunah ab‘adh dianjurkan diganti dengan sujud sahwi.

  • Meninggalkan hai’ah tidak dianjurkan sujud sahwi.

  • Qunut Subuh merupakan amalan yang disunahkan dalam mazhab Syafi‘i.

  • Perbedaan mengenai qunut Subuh harus disikapi dengan toleransi dan adab.

  • Makmum mengikuti imam dalam persoalan yang masih berada dalam ruang ijtihad.

  • Jangan menjadikan perkara sunah sebagai penyebab pertengkaran.


H. Aurat dan Adab Gerakan Laki-laki serta Perempuan

Teks Arab

وَالْمَرْأَةُ تُخَالِفُ الرَّجُلَ فِي خَمْسَةِ أَشْيَاءَ:

فَالرَّجُلُ يُجَافِي مِرْفَقَيْهِ عَنْ جَنْبَيْهِ، وَيُقِلُّ بَطْنَهُ عَنْ فَخِذَيْهِ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ، وَيَجْهَرُ فِي مَوْضِعِ الْجَهْرِ، وَإِذَا نَابَهُ شَيْءٌ فِي الصَّلَاةِ سَبَّحَ، وَعَوْرَةُ الرَّجُلِ مَا بَيْنَ سُرَّتِهِ وَرُكْبَتِهِ.

وَالْمَرْأَةُ تَضُمُّ بَعْضَهَا إِلَى بَعْضٍ، وَتَخْفِضُ صَوْتَهَا بِحَضْرَةِ الرِّجَالِ الْأَجَانِبِ، وَإِذَا نَابَهَا شَيْءٌ فِي الصَّلَاةِ صَفَّقَتْ، وَجَمِيعُ بَدَنِ الْحُرَّةِ عَوْرَةٌ إِلَّا وَجْهَهَا وَكَفَّيْهَا.

Terjemah

Laki-laki merenggangkan siku dari lambung dan menjauhkan perut dari paha ketika rukuk dan sujud. Ia mengeraskan bacaan pada tempatnya dan mengucapkan tasbih apabila hendak mengingatkan imam. Aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut.

Perempuan merapatkan anggota tubuhnya, merendahkan suara apabila terdapat laki-laki bukan mahram, dan menepukkan tangan untuk mengingatkan imam. Seluruh tubuh perempuan merdeka adalah aurat dalam salat, kecuali wajah dan kedua telapak tangan.

Poin penting

  • Menutup aurat merupakan syarat sah salat.

  • Pusar dan lutut perlu ditutup untuk memastikan bagian di antaranya tertutup sempurna.

  • Pakaian harus menutup warna kulit dan tidak menerawang.

  • Telapak kaki perempuan termasuk aurat dalam salat menurut mazhab Syafi‘i.

  • Perbedaan bentuk gerakan bertujuan menjaga kesopanan, bukan menunjukkan perbedaan nilai ibadah.

  • Istilah tentang perbudakan dalam matan merupakan pembahasan masyarakat klasik. Perbudakan tidak menjadi praktik yang dibenarkan untuk dihidupkan kembali pada masa kini.


I. Hal yang Membatalkan Salat

Teks Arab

وَالَّذِي يُبْطِلُ الصَّلَاةَ أَحَدَ عَشَرَ شَيْئًا:

الْكَلَامُ الْعَمْدُ، وَالْعَمَلُ الْكَثِيرُ، وَالْحَدَثُ، وَحُدُوثُ النَّجَاسَةِ، وَانْكِشَافُ الْعَوْرَةِ، وَتَغْيِيرُ النِّيَّةِ، وَاسْتِدْبَارُ الْقِبْلَةِ، وَالْأَكْلُ، وَالشُّرْبُ، وَالْقَهْقَهَةُ، وَالرِّدَّةُ.

Terjemah

Sebelas perkara yang membatalkan salat ialah:

  1. Sengaja berbicara.

  2. Melakukan banyak gerakan.

  3. Terjadinya hadas.

  4. Terkena najis.

  5. Terbukanya aurat.

  6. Mengubah atau memutus niat.

  7. Membelakangi kiblat.

  8. Makan.

  9. Minum.

  10. Tertawa terbahak-bahak.

  11. Murtad.

Poin penting

  • Gerakan sedikit karena kebutuhan tidak otomatis membatalkan salat.

  • Ukuran “gerakan banyak” dijelaskan lebih lanjut oleh ulama.

  • Gerakan untuk menyelamatkan diri atau orang lain dapat menjadi keharusan.

  • Batuk, bersin, atau suara yang tidak disengaja memiliki perincian tersendiri.

  • Menangis karena takut kepada Allah tidak membatalkan salat selama tidak menghasilkan ucapan yang membatalkan.

  • Telepon genggam sebaiknya dinonaktifkan atau dibuat senyap sebelum salat.

  • Jika aurat terbuka karena angin lalu segera ditutup, hukumnya memiliki perincian.


J. Salat Orang yang Tidak Mampu Berdiri

Teks Arab

وَمَنْ عَجَزَ عَنِ الْقِيَامِ فِي الْفَرِيضَةِ صَلَّى جَالِسًا، وَمَنْ عَجَزَ عَنِ الْجُلُوسِ صَلَّى مُضْطَجِعًا، وَمَنْ عَجَزَ عَنْهُ صَلَّى مُسْتَلْقِيًا، فَإِنْ عَجَزَ أَوْمَأَ بِرَأْسِهِ وَنَوَى بِقَلْبِهِ.

Terjemah

Orang yang tidak mampu berdiri dalam salat fardu boleh salat sambil duduk. Apabila tidak mampu duduk, ia salat dengan berbaring. Apabila tidak mampu, ia salat dengan posisi telentang. Jika tidak mampu melakukan gerakan, ia memberi isyarat dengan kepala dan menghadirkan pelaksanaan salat dalam hatinya sesuai kemampuan.

Poin penting

  • Kesulitan mendapatkan keringanan sesuai tingkatnya.

  • Seseorang tidak boleh memaksakan gerakan yang membahayakan dirinya.

  • Bagian yang masih mampu dilakukan tetap wajib dikerjakan.

  • Penentuan kemampuan dapat didasarkan pada pengalaman atau nasihat dokter terpercaya.

  • Kursi adalah alat bantu; tata letaknya jangan mengganggu saf.

  • Rukuk dan sujud dilakukan secara normal jika masih mampu.

  • Jika menggunakan isyarat, posisi sujud dibuat lebih rendah daripada rukuk.


K. Sujud Sahwi

Teks Arab

وَالْمَتْرُوكُ مِنَ الصَّلَاةِ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ: فَرْضٌ، وَسُنَّةٌ، وَهَيْئَةٌ.

فَالْفَرْضُ لَا يَنُوبُ عَنْهُ سُجُودُ السَّهْوِ.

وَالسُّنَّةُ لَا يَعُودُ إِلَيْهَا بَعْدَ التَّلَبُّسِ بِالْفَرْضِ، لَكِنَّهُ يَسْجُدُ لِلسَّهْوِ عَنْهَا.

وَالْهَيْئَةُ لَا يَعُودُ إِلَيْهَا بَعْدَ تَرْكِهَا، وَلَا يَسْجُدُ لِلسَّهْوِ عَنْهَا.

وَإِذَا شَكَّ فِي عَدَدِ مَا أَتَى بِهِ مِنَ الرَّكَعَاتِ بَنَى عَلَى الْيَقِينِ، وَهُوَ الْأَقَلُّ، وَسَجَدَ لِلسَّهْوِ. وَسُجُودُ السَّهْوِ سُنَّةٌ، وَمَحَلُّهُ قَبْلَ السَّلَامِ.

Terjemah

Perkara yang tertinggal dalam salat terbagi menjadi tiga: rukun, sunah ab‘adh, dan hai’ah.

Rukun tidak dapat digantikan oleh sujud sahwi. Sunah ab‘adh yang tertinggal tidak perlu diulangi setelah seseorang memasuki rukun berikutnya, tetapi disunahkan sujud sahwi. Hai’ah yang tertinggal tidak perlu diulangi dan tidak disunahkan sujud sahwi karenanya.

Jika ragu mengenai jumlah rakaat, seseorang mengambil jumlah yang diyakini, yaitu jumlah yang lebih sedikit, kemudian melakukan sujud sahwi. Sujud sahwi hukumnya sunah dan dilakukan sebelum salam.

Poin penting

  • Sujud sahwi tidak menggantikan rukun yang tertinggal.

  • Keraguan ditangani berdasarkan sesuatu yang yakin.

  • Orang yang ragu antara tiga atau empat rakaat menetapkan tiga, lalu menyempurnakannya.

  • Jangan mengikuti keraguan yang hanya berasal dari waswas.

  • Makmum mengikuti imam dalam sujud sahwi.

  • Sujud sahwi dalam mazhab Syafi‘i dilakukan dua kali sebelum salam.


L. Waktu yang Dilarang untuk Salat

Teks Arab

وَخَمْسَةُ أَوْقَاتٍ لَا يُصَلَّى فِيهَا إِلَّا صَلَاةٌ لَهَا سَبَبٌ:

بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، وَعِنْدَ طُلُوعِهَا حَتَّى تَتَكَامَلَ وَتَرْتَفِعَ قَدْرَ رُمْحٍ، وَإِذَا اسْتَوَتْ حَتَّى تَزُولَ، وَبَعْدَ صَلَاةِ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ، وَعِنْدَ الْغُرُوبِ حَتَّى يَتَكَامَلَ غُرُوبُهَا.

Terjemah

Ada lima waktu yang tidak digunakan untuk salat, kecuali salat yang mempunyai sebab:

  1. Setelah salat Subuh sampai matahari terbit.

  2. Ketika matahari terbit sampai meninggi kira-kira setinggi tombak.

  3. Ketika matahari tepat di tengah langit sampai tergelincir.

  4. Setelah salat Asar sampai matahari terbenam.

  5. Ketika matahari mulai terbenam sampai sempurna terbenam.

Poin penting

  • Larangan terutama berkaitan dengan salat sunah yang tidak memiliki sebab.

  • Salat fardu yang tertinggal tetap wajib diqada.

  • Salat yang memiliki sebab mempunyai perincian dalam mazhab Syafi‘i.

  • Waktu terbit dan tenggelam matahari relatif singkat, tetapi harus diperhatikan.


M. Salat Berjamaah

Teks Arab

وَصَلَاةُ الْجَمَاعَةِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ، وَعَلَى الْمَأْمُومِ أَنْ يَنْوِيَ الِائْتِمَامَ دُونَ الْإِمَامِ.

وَلَا تَصِحُّ قُدْوَةُ رَجُلٍ بِامْرَأَةٍ، وَلَا قَارِئٍ بِأُمِّيٍّ.

وَأَيُّ مَوْضِعٍ صَلَّى فِي الْمَسْجِدِ بِصَلَاةِ الْإِمَامِ فِيهِ، وَهُوَ عَالِمٌ بِصَلَاتِهِ، أَجْزَأَهُ مَا لَمْ يَتَقَدَّمْ عَلَيْهِ.

Terjemah

Salat berjamaah merupakan sunah yang sangat ditekankan. Makmum wajib berniat mengikuti imam. Seorang laki-laki tidak boleh bermakmum kepada perempuan. Orang yang baik bacaan Al-Fatihahnya tidak bermakmum kepada orang yang tidak mampu membaca Al-Fatihah dengan benar dalam keadaan yang dijelaskan dalam fikih.

Makmum yang berada di dalam masjid dan mengetahui gerakan imam dapat mengikutinya selama tidak berada di depan imam.

Poin penting

  • Salat berjamaah memiliki keutamaan besar.

  • Makmum harus berniat menjadi makmum.

  • Posisi makmum tidak boleh mendahului imam.

  • Makmum mengikuti perpindahan imam setelah imam melakukannya.

  • Imam hendaknya dipilih berdasarkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan memahami salat.

  • Saf dirapatkan dan diluruskan tanpa menyakiti jamaah.

  • Penggunaan pengeras suara membantu mengetahui gerakan imam, tetapi hubungan tempat dan saf tetap memiliki ketentuan fikih.

  • Status hukum salat berjamaah memiliki penjelasan lebih luas dan perbedaan rumusan di kalangan ulama.


N. Salat Musafir: Qasar dan Jamak

Qasar

Teks Arab

وَيَجُوزُ لِلْمُسَافِرِ قَصْرُ الصَّلَاةِ الرُّبَاعِيَّةِ بِخَمْسِ شَرَائِطَ:

أَنْ يَكُونَ سَفَرُهُ فِي غَيْرِ مَعْصِيَةٍ، وَأَنْ تَكُونَ مَسَافَتُهُ سِتَّةَ عَشَرَ فَرْسَخًا، وَأَنْ يَكُونَ مُؤَدِّيًا لِلصَّلَاةِ الرُّبَاعِيَّةِ، وَأَنْ يَنْوِيَ الْقَصْرَ مَعَ الْإِحْرَامِ، وَأَلَّا يَأْتَمَّ بِمُقِيمٍ.

Terjemah

Musafir diperbolehkan mengqasar salat empat rakaat dengan lima syarat: perjalanannya bukan untuk maksiat, mencapai jarak yang ditentukan, salat yang dilakukan adalah salat empat rakaat pada waktunya, berniat qasar ketika takbiratul ihram, dan tidak bermakmum kepada orang yang mukim.

Jamak

Teks Arab

وَيَجُوزُ لِلْمُسَافِرِ أَنْ يَجْمَعَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فِي وَقْتِ أَيِّهِمَا شَاءَ، وَبَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ فِي وَقْتِ أَيِّهِمَا شَاءَ. وَيَجُوزُ لِلْحَاضِرِ فِي الْمَطَرِ أَنْ يَجْمَعَ بَيْنَهُمَا فِي وَقْتِ الْأُولَى مِنْهُمَا.

Terjemah

Musafir boleh menjamak Zuhur dengan Asar pada waktu salah satunya, serta Magrib dengan Isya pada waktu salah satunya. Orang yang tidak bepergian boleh melakukan jamak karena hujan pada waktu salat pertama dengan ketentuan tertentu.

Poin penting

  • Qasar hanya berlaku bagi Zuhur, Asar, dan Isya.

  • Subuh dan Magrib tidak dapat diqasar.

  • Jamak hanya dilakukan antara Zuhur–Asar dan Magrib–Isya.

  • Jarak perjalanan perlu mengikuti penjelasan dan konversi ulama terpercaya.

  • Musafir yang bermakmum kepada imam mukim wajib menyempurnakan empat rakaat.

  • Jamak dan qasar merupakan rukhsah atau keringanan.

  • Jamak takdim dan takhir mempunyai syarat masing-masing.

  • Kemacetan biasa tidak otomatis menjadi alasan jamak.

  • Salat di kendaraan dan perjalanan udara membutuhkan perhitungan waktu dan arah yang teliti.


O. Salat Jumat

Syarat wajib Jumat

Teks Arab

وَشَرَائِطُ وُجُوبِ الْجُمُعَةِ سَبْعَةُ أَشْيَاءَ: الْإِسْلَامُ، وَالْبُلُوغُ، وَالْعَقْلُ، وَالْحُرِّيَّةُ، وَالذُّكُورِيَّةُ، وَالصِّحَّةُ، وَالِاسْتِيطَانُ.

Terjemah

Syarat wajib Jumat ada tujuh: Islam, balig, berakal, merdeka, laki-laki, sehat, dan menetap.

Syarat pelaksanaan

Teks Arab

وَشَرَائِطُ فِعْلِهَا ثَلَاثَةٌ: أَنْ تَكُونَ الْبَلَدُ مِصْرًا أَوْ قَرْيَةً، وَأَنْ يَكُونَ الْعَدَدُ أَرْبَعِينَ مِنْ أَهْلِ الْجُمُعَةِ، وَأَنْ يَكُونَ الْوَقْتُ بَاقِيًا، فَإِنْ خَرَجَ الْوَقْتُ أَوْ عُدِمَتِ الشُّرُوطُ صُلِّيَتْ ظُهْرًا.

Terjemah

Syarat pelaksanaan Jumat yang disebutkan dalam matan adalah: dilaksanakan di permukiman kota atau desa, dihadiri empat puluh orang yang memenuhi syarat Jumat, dan waktu Zuhur masih tersedia. Jika waktunya keluar atau syarat tidak terpenuhi, salat dilaksanakan sebagai Zuhur.

Fardu Jumat

Teks Arab

وَفَرَائِضُهَا ثَلَاثَةٌ: خُطْبَتَانِ يَقُومُ فِيهِمَا وَيَجْلِسُ بَيْنَهُمَا، وَأَنْ تُصَلَّى رَكْعَتَيْنِ فِي جَمَاعَةٍ.

Terjemah

Fardu Jumat meliputi dua khutbah dengan duduk di antara keduanya serta salat Jumat dua rakaat secara berjamaah.

Adab Jumat

وَهَيْئَاتُهَا أَرْبَعُ خِصَالٍ: الْغُسْلُ، وَتَنْظِيفُ الْجَسَدِ، وَلُبْسُ الثِّيَابِ الْبِيضِ، وَأَخْذُ الظُّفْرِ، وَالطِّيبُ. وَيُسْتَحَبُّ الْإِنْصَاتُ فِي وَقْتِ الْخُطْبَةِ.

Poin penting

  • Jumat wajib bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat.

  • Perempuan tetap sah mengikuti salat Jumat dan tidak perlu salat Zuhur setelahnya.

  • Dua khutbah dilaksanakan sebelum salat.

  • Khutbah memiliki rukun dan syarat yang perlu dipelajari tersendiri.

  • Jamaah wajib menjaga ketenangan ketika khutbah.

  • Datang lebih awal, mandi, memakai pakaian bersih, dan menggunakan wewangian bagi laki-laki termasuk adab Jumat.

  • Jumlah minimal jamaah Jumat merupakan masalah khilafiah. Matan menyebut empat puluh sesuai pendapat yang terkenal dalam mazhab Syafi‘i.

  • Pelaksanaan Jumat hendaknya mengikuti keputusan otoritas dan ulama setempat.


P. Salat Dua Hari Raya

Teks Arab

وَصَلَاةُ الْعِيدَيْنِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ، وَهِيَ رَكْعَتَانِ، يُكَبِّرُ فِي الْأُولَى سَبْعًا سِوَى تَكْبِيرَةِ الْإِحْرَامِ، وَفِي الثَّانِيَةِ خَمْسًا سِوَى تَكْبِيرَةِ الْقِيَامِ، وَيَخْطُبُ بَعْدَهَا خُطْبَتَيْنِ.

Terjemah

Salat Idulfitri dan Iduladha merupakan sunah yang sangat ditekankan. Salat dilakukan dua rakaat. Pada rakaat pertama terdapat tujuh takbir tambahan selain takbiratul ihram, sedangkan pada rakaat kedua terdapat lima takbir tambahan selain takbir ketika berdiri. Setelah salat, disampaikan dua khutbah.

Poin penting

  • Khutbah Id dilaksanakan setelah salat, berbeda dari Jumat.

  • Takbir tambahan hukumnya sunah; terlupa melakukannya tidak membatalkan salat.

  • Idulfitri menekankan syukur setelah Ramadan.

  • Iduladha mengajarkan tauhid, ketaatan, dan pengorbanan.

  • Takbir Idulfitri dimulai sejak terbenam matahari pada malam Id sampai imam memulai salat.

  • Takbir muqayyad Iduladha memiliki waktu khusus setelah salat fardu.


Q. Salat Gerhana

Teks Arab

وَصَلَاةُ الْكُسُوفِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ، فَإِنْ فَاتَتْ لَمْ تُقْضَ.

وَيُصَلِّي لِكُسُوفِ الشَّمْسِ وَخُسُوفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ، فِي كُلِّ رَكْعَةٍ قِيَامَانِ وَرُكُوعَانِ، وَيُطِيلُ الْقِرَاءَةَ وَالتَّسْبِيحَ، وَيَخْطُبُ بَعْدَهَا خُطْبَتَيْنِ.

Terjemah

Salat gerhana merupakan sunah yang sangat ditekankan. Jika fenomena gerhana telah berakhir, salat itu tidak diqada. Salat gerhana matahari dan bulan dilaksanakan dua rakaat. Dalam setiap rakaat terdapat dua kali berdiri dan dua kali rukuk. Bacaan serta rukuk dipanjangkan, kemudian disampaikan dua khutbah.

Poin penting

  • Gerhana merupakan tanda kekuasaan Allah.

  • Salat dilaksanakan sejak gerhana mulai terjadi sampai berakhir.

  • Salat gerhana tidak berkaitan dengan kematian atau kelahiran seseorang.

  • Jamaah dianjurkan berdoa, berzikir, beristigfar, dan bersedekah.

  • Informasi astronomi membantu mengetahui waktu gerhana, sedangkan pelaksanaan ibadah berkaitan dengan terjadinya fenomena tersebut.


R. Salat Istisqa

Teks Arab

وَصَلَاةُ الِاسْتِسْقَاءِ مَسْنُونَةٌ، فَيَأْمُرُهُمُ الْإِمَامُ بِالتَّوْبَةِ، وَالصَّدَقَةِ، وَالْخُرُوجِ مِنَ الْمَظَالِمِ، وَمُصَالَحَةِ الْأَعْدَاءِ، وَصِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ، ثُمَّ يَخْرُجُ بِهِمْ فِي الْيَوْمِ الرَّابِعِ فِي ثِيَابِ بِذْلَةٍ وَاسْتِكَانَةٍ وَتَضَرُّعٍ، وَيُصَلِّي بِهِمْ رَكْعَتَيْنِ كَصَلَاةِ الْعِيدَيْنِ، ثُمَّ يَخْطُبُ بَعْدَهُمَا، وَيُكْثِرُ مِنَ الدُّعَاءِ وَالِاسْتِغْفَارِ.

Terjemah

Salat istisqa disunahkan ketika membutuhkan hujan. Pemimpin mengajak masyarakat bertobat, bersedekah, mengembalikan hak orang lain, berdamai, dan berpuasa tiga hari. Pada hari keempat mereka keluar dengan pakaian sederhana, merendahkan diri dan memohon kepada Allah. Imam melaksanakan dua rakaat seperti salat Id, kemudian berkhutbah dan memperbanyak doa serta istigfar.

Poin penting

  • Bencana kekeringan dihadapi dengan ikhtiar lahir dan batin.

  • Tobat harus disertai penghentian kezaliman.

  • Mengembalikan hak orang lain didahulukan sebelum meminta pertolongan Allah.

  • Kesederhanaan pakaian menunjukkan kerendahan hati.

  • Doa meminta hujan tidak menggantikan kewajiban menjaga lingkungan dan sumber air.

  • Kerusakan ekologis harus ditangani dengan ilmu, kebijakan, dan tanggung jawab bersama.


S. Salat Khauf

Ringkasan teks Arab

وَصَلَاةُ الْخَوْفِ عَلَى ثَلَاثَةِ أَضْرُبٍ ...

فَإِنْ كَانَ فِي شِدَّةِ الْخَوْفِ وَالْتِحَامِ الْحَرْبِ صَلَّى كَيْفَ أَمْكَنَهُ، رَاجِلًا أَوْ رَاكِبًا، مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ وَغَيْرَ مُسْتَقْبِلٍ لَهَا.

Terjemah

Salat dalam keadaan takut memiliki beberapa bentuk, disesuaikan dengan posisi ancaman. Dalam keadaan sangat genting, seseorang melaksanakan salat menurut kemampuannya, baik berjalan maupun berkendaraan, menghadap kiblat ataupun tidak.

Poin penting

  • Salat tetap dijaga meskipun dalam keadaan genting.

  • Tata cara disesuaikan dengan tingkat bahaya.

  • Perlindungan jiwa dan keamanan diperhatikan oleh syariat.

  • Pembahasan ini tidak boleh digunakan untuk membenarkan kekerasan tanpa otoritas dan ketentuan hukum.

  • Dalam keadaan bencana atau darurat, prinsip dasarnya adalah melaksanakan ibadah semampunya.


T. Pakaian Sutra dan Emas

Teks Arab

وَيَحْرُمُ عَلَى الرِّجَالِ لُبْسُ الْحَرِيرِ وَالتَّخَتُّمُ بِالذَّهَبِ، وَيَحِلُّ لِلنِّسَاءِ، وَقَلِيلُ الذَّهَبِ وَكَثِيرُهُ فِي التَّحْرِيمِ سَوَاءٌ.

Terjemah

Laki-laki diharamkan memakai sutra murni dan cincin emas, sedangkan hal tersebut diperbolehkan bagi perempuan. Sedikit maupun banyak emas yang dipakai laki-laki tetap berada dalam hukum larangan.

Poin penting

  • Larangan berkaitan dengan pemakaian emas sebagai perhiasan oleh laki-laki.

  • Jam, cincin, kalung, dan aksesori emas termasuk pembahasan ini.

  • Warna emas tidak sama dengan bahan emas.

  • Sutra campuran memiliki perincian berdasarkan kadar dan sifatnya.

  • Penggunaan karena kebutuhan medis atau darurat mempunyai hukum tersendiri.

  • Kesederhanaan dan menjauhi kesombongan menjadi nilai utama.


U. Pengurusan Jenazah

Empat kewajiban terhadap jenazah

Teks Arab

وَيَلْزَمُ فِي الْمَيِّتِ أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ: غُسْلُهُ، وَتَكْفِينُهُ، وَالصَّلَاةُ عَلَيْهِ، وَدَفْنُهُ.

Terjemah

Empat kewajiban terhadap jenazah Muslim adalah memandikannya, mengafaninya, menyalatkannya, dan menguburkannya.

Poin penting

  • Keempatnya merupakan fardu kifayah.

  • Jika telah dilaksanakan sebagian kaum Muslim, gugurlah kewajiban dari yang lain.

  • Jenazah harus diperlakukan dengan lembut dan terhormat.

  • Aib jenazah wajib ditutup.

  • Biaya dasar pengurusan jenazah diambil dari harta peninggalannya sebelum pembagian waris.


Memandikan jenazah

Teks Arab

وَيُغَسَّلُ الْمَيِّتُ وِتْرًا، وَيَكُونُ فِي أَوَّلِ غَسْلِهِ سِدْرٌ، وَفِي آخِرِهِ شَيْءٌ مِنْ كَافُورٍ.

Terjemah

Jenazah dimandikan dengan bilangan ganjil. Pada basuhan awal digunakan daun bidara atau bahan pembersih, dan pada basuhan terakhir digunakan sedikit kapur barus.

Poin penting

  • Orang yang memandikan harus mengetahui tata caranya dan dapat dipercaya.

  • Aurat jenazah wajib ditutup.

  • Jenazah laki-laki pada dasarnya dimandikan laki-laki dan jenazah perempuan dimandikan perempuan, dengan beberapa pengecualian.

  • Bahan pembersih modern dapat digunakan selama suci dan tidak merusak jenazah.

  • Jenazah dengan penyakit menular harus ditangani sesuai protokol kesehatan dan arahan pihak berwenang.

  • Jika penggunaan air membahayakan petugas atau merusak jenazah, terdapat ketentuan tayamum dan keadaan darurat.


Mengafani jenazah

Teks Arab

وَيُكَفَّنُ فِي ثَلَاثَةِ أَثْوَابٍ بِيضٍ، لَيْسَ فِيهَا قَمِيصٌ وَلَا عِمَامَةٌ.

Terjemah

Jenazah laki-laki disunahkan dikafani dengan tiga lembar kain putih tanpa baju dan tanpa serban.

Poin penting

  • Kafan minimal harus menutup seluruh tubuh jenazah.

  • Kafan tidak perlu mahal atau berlebihan.

  • Kafan laki-laki dan perempuan mempunyai perincian yang berbeda dalam kesempurnaannya.

  • Kesederhanaan kafan mengingatkan bahwa manusia meninggalkan harta dunia.


Salat jenazah

Teks Arab

وَيُكَبِّرُ عَلَيْهِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ: يَقْرَأُ الْفَاتِحَةَ بَعْدَ الْأُولَى، وَيُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ الثَّانِيَةِ، وَيَدْعُو لِلْمَيِّتِ بَعْدَ الثَّالِثَةِ، وَيَقُولُ بَعْدَ الرَّابِعَةِ:

اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ.

وَيُسَلِّمُ بَعْدَ الرَّابِعَةِ.

Terjemah

Salat jenazah dilaksanakan dengan empat takbir:

  1. Setelah takbir pertama membaca Al-Fatihah.

  2. Setelah takbir kedua membaca selawat kepada Nabi ﷺ.

  3. Setelah takbir ketiga mendoakan jenazah.

  4. Setelah takbir keempat berdoa, “Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari pahalanya, janganlah Engkau menimpakan fitnah kepada kami sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”

Setelah itu mengucapkan salam.

Poin penting

  • Salat jenazah dilakukan sambil berdiri bagi yang mampu.

  • Salat jenazah tidak memiliki rukuk dan sujud.

  • Inti salat jenazah adalah mendoakan orang yang meninggal.

  • Doa disesuaikan dengan jenis kelamin dan jumlah jenazah.

  • Salat jenazah tetap mensyaratkan kesucian, menutup aurat, menghadap kiblat, dan niat.


Menguburkan jenazah

Teks Arab

وَيُدْفَنُ فِي لَحْدٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، وَيُقَالُ عِنْدَ وَضْعِهِ:

بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

وَيُسَطَّحُ الْقَبْرُ، وَلَا يُبْنَى عَلَيْهِ، وَلَا يُجَصَّصُ، وَلَا بَأْسَ بِالْبُكَاءِ عَلَى الْمَيِّتِ مِنْ غَيْرِ نَوْحٍ وَلَا شَقِّ جَيْبٍ.

Terjemah

Jenazah dimakamkan dalam liang lahad dengan menghadap kiblat. Ketika meletakkannya dibaca, “Dengan nama Allah dan di atas agama Rasulullah ﷺ.”

Kubur diratakan dan tidak dibangun secara berlebihan. Menangisi orang yang meninggal diperbolehkan selama tidak disertai ratapan, penolakan terhadap ketentuan Allah, atau merobek pakaian.

Poin penting

  • Jenazah dibaringkan pada sisi kanan menghadap kiblat.

  • Penguburan harus menjaga kehormatan dan keamanan jenazah.

  • Merasa sedih dan menangis merupakan hal manusiawi.

  • Yang dilarang adalah ratapan berlebihan serta ucapan yang menentang takdir.

  • Keluarga yang berduka dianjurkan diberi bantuan makanan dan dukungan.

  • Takziah bertujuan menghibur, mendoakan, dan menguatkan kesabaran.

  • Tata pemakaman juga harus mengikuti peraturan kesehatan dan hukum yang berlaku.


Rangkuman Kitab Salat

Hal yang perlu dikuasai jamaah

  1. Mengetahui waktu lima salat.

  2. Membedakan syarat wajib, syarat sah, rukun, dan sunah.

  3. Membaca Al-Fatihah dengan benar.

  4. Mempraktikkan rukuk, iktidal, sujud, dan duduk dengan tuma’ninah.

  5. Mengetahui hal-hal yang membatalkan salat.

  6. Memahami sujud sahwi.

  7. Mengetahui tata cara salat bagi orang sakit.

  8. Memahami dasar salat berjamaah.

  9. Mengetahui ketentuan qasar dan jamak.

  10. Memahami salat Jumat dan salat-salat sunah berjamaah.

  11. Mengetahui dasar pengurusan dan salat jenazah.

Pesan utama untuk pengajian

  • Salat yang benar harus memenuhi syarat dan rukunnya.

  • Kesempurnaan lahiriah harus disertai kekhusyukan hati.

  • Tuma’ninah merupakan bagian penting yang sering diabaikan.

  • Perbedaan dalam masalah sunah tidak boleh merusak persaudaraan.

  • Orang sakit tetap salat sesuai kemampuannya.

  • Salat berjamaah mendidik kedisiplinan, persatuan, dan kepatuhan.

  • Salat harus membentuk akhlak serta mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Sumber teks matan: Matan Abi Syuja‘ dan Maktabah Syamilah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagian 13: Bab Pembebasan Budak — Bab Terakhir

  Lanjutan Kajian Matan Al-Ghāyah wa At-Taqrīb Bagian 13: Bab Pembebasan Budak — Bab Terakhir بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Bab ini...